Metode Geofisika

Metode Magnetotelurik (MT)

Ditulis oleh: Ihyaudin Hasbillah (2026)
Ilustrasi medan elektromagnetik metode Magnetotellurik

Metode magnetotelurik (MT) merupakan salah satu metode yang digunakan dalam eksplorasi struktur bawah permukaan bumi dengan memanfaatkan prinsip-prinsip elektromagnetik. Elektromagnetik sendiri merupakan ilmu yang mempelajari bagaimana medan listrik dan medan magnet saling berinteraksi satu sama lain membentuk kesatuan yang mendasari berbagai fenomena fisika. Metode MT termasuk ke dalam metode pasif karena sumber sinyal atau medan elektromagnetik yang digunakan berasal dari aktivitas alamiah, seperti angin matahari yang berinteraksi dengan ionosfer atau aktivitas petir yang mampu menghasilkan gelombang elektromagnetik dengan rentang frekuensi yang luas.

Gelombang elektromagnetik primer yang dihasilkan oleh aktivitas matahari dan petir akan merambat melalui atmosfer hingga mencapai permukaan Bumi. Sesuai dengan Hukum Induksi Faraday, perubahan medan magnet terhadap waktu akan menimbulkan gaya gerak listrik yang kemudian menginduksi terbentuknya medan listrik di dalam medium. Medan listrik ini kemudian berinteraksi dengan variasi konduktivitas medium sehingga menghasilkan rapat arus sesuai dengan Hukum Ohm. Arus induksi ini membentuk lintasan melingkar yang dikenal sebagai arus pusaran (eddy current), yang selanjutnya berdasarkan Hukum Ampere–Maxwell menimbulkan medan magnet sekunder. Medan sekunder tersebut kemudian merambat kembali ke permukaan bumi dengan membawa informasi mengenai struktur konduktivitas bawah permukaan. Ilustrasi proses induksi medan elektromagnetik di bawah permukaan dapat dilihat pada gambar.

Di permukaan bumi, medan elektromagnetik primer dan sekunder saling bersuperposisi membentuk medan elektromagnetik total yang terdiri dari medan listrik (𝐸) yang direkam menggunakan elektroda, serta medan magnet (𝐻) yang direkam oleh koil magnetik. Data yang diperoleh pada metode magnetotelurik ini adalah data dalam domain waktu (time series), sehingga perlu ditransformasikan ke dalam domain frekuensi menggunakan Transformasi Fourier. Setelah proses transformasi ke dalam domain frekuensi, sejumlah parameter penting seperti impedansi, skin depth, resistivitas semu, dan fasa bisa diperoleh.

Metode Geolistrik

Ilustrasi medan elektromagnetik metode Magnetotellurik

Geolistrik merupakan metode geofisika yang memanfaatkan sifat kelistrikan bawah permukaan untuk mempelajari variasi material dan struktur geologi. Pada proses akuisisi, arus listrik dialirkan ke dalam tanah melalui elektroda arus, kemudian beda potensial yang dihasilkan diukur menggunakan elektroda potensial. Susunan elektroda seperti Wenner, Schlumberger, dan dipole-dipole menentukan pola sensitivitas pengukuran serta memengaruhi resolusi kedalaman dan lateral dari informasi yang diperoleh. Data hasil pengukuran selanjutnya melalui tahap pengolahan, mulai dari pemeriksaan kualitas data, penyaringan dan koreksi pengukuran, hingga perhitungan resistivitas semu dan penyusunan data untuk pemodelan. Tahap akhir berupa interpretasi dilakukan dengan menghubungkan respons kelistrikan terhadap kondisi bawah permukaan, baik melalui pemodelan inversi maupun analisis distribusi resistivitas, sehingga variasi litologi, batas lapisan, struktur geologi, maupun zona dengan karakteristik kelistrikan tertentu dapat diidentifikasi.